Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Vol 8 No 1 (2018)

ANALISIS SPASIAL FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DI KABUPATEN BANTUL

Febri Lestanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Mar 2018

Abstract

Pemanfaatan SIG untuk penelitian dalam ranah (Demam Berdarah Dengue) DBD telah banyak digunakan untuk penelitian surveilans, pemetaan, dan epidemiologi. Informasi yang dihasilkan digunakan sebagai alat epidemiologi untuk sistem peringatan dini wabah DBD yang memungkinkan pencegahan, pengendalian nyamuk dan meningkatkan kesiapan petugas kesehatan, fasilitas perawatan kesehatan dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue, menggambarkan peta sebaran kasus DBD, dan analisis spasial terhadap tingkat kerentanan penyakit DBD di wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul. Analisis dilakukan dengan teknik pada sistem informasi geografis yang meliputi analisa buffer, analisis scoring/scaling, dan analisis overlay. Tempat studi kasus yang diambil berada di empat wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Bantul (Puskesmas Kasihan 2, Puskesmas Sewon 2, Puskesmas Jetis 1, dan Puskesmas Sedayu 2). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepadatan penduduk, kepadatan pemukiman, jarak ke sungai, jarak ke tempat pemungutan sampah sementara, intensitas hujan, keberadaan tanaman bambu, kandang ternak, dan jarak terbang nyamuk dari penderita. Hasil dari penelitian ini adalah terlihatnya tingkat kerentanan DBD pada empat wilayah kerja puskesmas tersebut. Hasil ini membuktikan bahwa jumlah penderita DBD paling besar berada di wilayah kerentanan yang tinggi yang dipengaruhi oleh kedelapan faktor kejadian DBD. Khususnya untuk Puskesmas Kasihan 2, daerah kerentanan tinggi yang ada lebih luas dari kerentanan rendahnya, sehingga dibutuhkan pengelolaan yang lebih intensif dibandingkan dengan wilayah yang lain.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, analisis spasial, Sistem Informasi Geografis AbstractGIS utilization for DHF (Dengue Hemorrhegic Fever) research has been widely used for surveillance, mapping, and epidemiology research. Information generated from analyzing spatial feature in GIS is used as an epidemiological tool to give early warning service. The information includes DHF outbreaks and prevention, mosquito control and preparedness of health workers in health care facilities and communities. The research studied factors related to the incidence of dengue hemorrhagic fever, and gave map of dengue disease cases in the working area of the Public Health Center in Bantul District. Buffer analysis, scoring / scaling analysis, and overlay analysis. Place of study is in four working areas of Public Health Center in Bantul District (Public Health Center Kasihan 2, Public Health Center Sewon 2, Public Health Center Jetis 1, and Public Health Center Sedayu 2). The variables used in the analysis within the study are population density, settlement density, distance to river, distance to temporary garbage collection, rain intensity, bamboo plants, cattle pens, and mosquito fly distance from patient. The result of the reseach is the map of the victim showed the working area of the four public health center. From the analysis result, we can see that the eight factors really affects the distribution of DBD patient, the highest DHF patients were living in the high vulnerability area. Especially for  Public Health Center Kasihan 2, it has wider high vulnerability area that others, so it requires more intensive management.Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, spatial analysis, Geografic Information System

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

infokes

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Veterinary

Description

Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine ...