Jurnal Instrumentasi
Vol 40, No 2 (2016)

PERANCANGAN INSTRUMEN UKUR TORSI DAN KECEPATAN PADA MOTOR DC DENGAN PRINSIP NONKONTAK BERDASARKAN DETEKSI MEDAN MAGNET

Idayanti, Novrita (Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi-LIPI)
Dedi, Dedi (Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi-LIPI)
Sudrajat, Nanang (Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi-LIPI)
Suyatman, Suyatman (Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia)
Hilda, Nibraz (Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia)
Hawa, Annas (Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2016

Abstract

Telah dilakukan perancangan instrumen ukur torsi dan kecepatan pada motor DC dengan menggunakan prinsip nonkontak berdasarkan deteksi medan magnet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi motor DC dilihat dari parameter torsi dan kecepatan. Instrumen ukur torsi dirancang berdasarkan metode magnetoelastic effect, di mana suatu bahan feromagnetik yang diberi gaya maupun torsi akan mengalami perubahan medan magnet yang nilainya akan sebanding dengan torsi yang diterima. Perubahan kecepatan putar akan memengaruhi perubahan medan magnet yang dideteksi dengan sensor hall effect switch tipe HI 400. Prinsip kerja pengukuran kecepatan adalah mendeteksi perubahan polaritas ring magnet selama berputar dan terbaca sebagai sinyal digital oleh sensor tersebut yang digunakan untuk mencari kecepatan dari putaran motor. Dalam proses pengujian, kalibrator tachometer optik digunakan untuk mengukur kecepatan, sedangkan pengukuran torsi menggunakan nilai torsi teoritis yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya (F) dari loadcell dikalikan dengan panjang lengan (L). Tachometer yang dibuat memiliki error 104,18 % pada input 1,2 V (minimum), error -2,5 % pada input 6 V (tengah), dan error 4,76 % pada input 12 V (maksimum), linearitas naik sebesar 0,9979 dan linearitas turun sebesar 0,9978. Sensitivitas naik-turun masing-masing sebesar 152,45 dan 153,09. Histerisis input 0,031, sedangkan histerisis output 5,077. Selain itu, didapat hubungan antara torsi yang diterima oleh shaft dari bahan feromagnetik dengan perubahan medan magnetnya dengan persamaan y = -623,31x - 40,861, di mana y = medan magnet (Gauss), x = torsi (Nm), nilai -623,31 adalah konstanta k dengan dimensi satuan gauss/Nm, dan -40,861 merupakan konstanta yang tidak berdimensi. Alat ukur torsi motor DC berdasarkan prinsip magnetoelastic effect dapat dipenuhi dengan rentang pengukuran yang linear 0,05–0,1 Nm.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

ji

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Chemistry Electrical & Electronics Engineering Engineering Materials Science & Nanotechnology

Description

The scientific areas covered by Instrumentasi are those backboned by scientific measurements and thus range from instrument engineering, metrology, testing, and control. All papers submitted are refereed by bona fide reviewers from leading research institutions as well as universities prior to ...