Penilaian kondisi akustik ruang auditorium utama LIPI yang terkait dengan penggunaan gedung cukup dilakukan dengan mengukur parameter akustik objektif yang disebut waktu dengung (RT). Agar komprehensif, penilaian perlu dibantu dengan penilaian hasil ukur distribusi suara dan tingkat kebisingan di dalam ruangan tersebut. Untuk nilai RT, pengukuran dilakukan dalam kondisi berisi audiens pada frekuensi oktaf 500 Hz–1.000 Hz, dan dalam menentukan kriteria RT digunakan peta waktu dengung. Penilaian karakteristik tingkat kebisingan dilakukan melalui kurva kriteria kebisingan: kurva NC. Nilai RT rata-rata yang didapat dari pengukuran 1,8 detik dengan kondisi ruangan berisi audiens sesuai dengan nilai RT acuan. Dengan demikian, ruang auditorium tidak ideal untuk difungsikan sebagai speech auditoria yang mensyaratkan nilai RT rata-rata sebesar 1,4 detik, tetapi masih cocok difungsikan sebagai auditorium serba guna yang mensyaratkan nilai RT lebih longgar, yaitu 1,7 detik. Distribusi suara di dalam ruang auditorium cukup baik, hampir semua lokasi titik ukur menghasilkan perbedaan nilai tekanan suara yang tidak signifikan. Tingkat kebisingan ternyata cukup tinggi, yaitu nilai NC di beberapa titik pengamatan sebesar NC: 35–40. Saran untuk mengurangi waktu dengung, yakni dengan melapisi permukaan tiang-tiang penyangga dengan bahan penyerap suara. Plafon yang terpasang di sepanjang sisi kiri dan kanan ruangan disarankan untuk diganti dengan plafon yang berlubang-lubang. Ruangan AHU perlu dimodifikasi dengan melapisi permukaan dinding dan atap dengan bahan rockwool. Sebaiknya, pintu ruang AHU diganti dengan pintu akustik peredam suara agar tingkat kebisingan di ruang auditorium dapat diturunkan. Kata kunci: waktu dengung (RT), distribusi suara, tingkat kebisingan, kurva kriteria kebisingan (kurva NC)
Copyrights © 2014