Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa kebanyakan ibu pasca bedah sesar masih takut untuk melakukan mobilisasi, hal ini dikarenakan adanya rasa nyeri di luka pasca bedah sesar. Mobilisasi dini diperlukan untuk merangsang peredaran darah ke otot dan organ tubuh lain serta memperbaiki tonus otot termasuk otot uterus, yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus. Jika kontraksi uterus semakin baik maka pengeluaran lokia menjadi lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap pengeluaran lokia rubra pada ibu pasca bedah sesar di RSUD Tugurejo Semarang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, pengambilan data menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap pengeluaran lokia rubra pada ibu pasca bedah sesar. Dari hasil pengukuran jumlah pengeluaran lokia rubra menunjukkan nilai rata â rata perbedaan antara jumlah lokia sebelum mobilisasi dini dengan jumlah lokia setelah mobilisasi dini hari kesatu adalah 42,00 cc dan nilai rata â rata perbedaan antara jumlah lokia sebelum mobilisasi dini dan jumlah lokia setelah mobilisasi dini hari kedua adalah 93,88 cc. Hasil uji paired T test dengan taraf signifikan α = 0,05, diperoleh nilai Ï value = 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh mobilisasi dini terhadap pengeluaran lokia rubra pada ibu pasca bedah sesar. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada petugas pelayanan kesehatan agar memobilisasikan ibu pasca bedah sesar segera setelah ibu keluar dari kamar operasi.
Copyrights © 2013