Indonesian Journal of Police Studies
Vol. 1 No. 1 (2017): January, Indonesian Journal of Police Studies

Peran Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob Polda Jateng dalam Penanganan Unjuk Rasa Penolakan Pendirian Pabrik Semen Tambakromo di Wilayah Hukum Polres Pati: The Role of Subden 4 Detasemen A Pelopor Sat Brimob of Central Java Regional Police in Handling Demonstration of Refusal to Establish a Tambakromo Cement Plant in the Jurisdiction of Pati Police Department

Januarzah, Iqbal (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2017

Abstract

Unjuk rasa yang menuntut ditutupnya pabrik semen di daerah Pegunungan kendeng Kabupaten Pati. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat dari wilayah pegunungan kendeng yang mana merupakan wilayah pegunungan kapur berujung rusuh,sedikitnya puluhan orang mengalami luka ringan dan salah seorang pengunjuk rasa harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan medis dikarenakan dagunya sobek terkena tembakan flashball dari petugas dan aksi ini juga sempat memblokade jalur pantura yang kemudian menyebabkan kemacetan panjang di jalur tersebut. Aksi unjuk rasa yang terjadi di Kabupaten Pati yang dapat ditarik akar permasalahannya mengenai korban luka yang diakibatkan oleh penanganan petugas pada saat terjadinya unjuk rasa yang anarkis. Bagaimana peran personil dari Polres Pati dan Personil Brimob yang melakukan pengamanan serta penanganan unjuk rasa tersebut, sudah sesuai prosedur atau memang masyarakat yang tidak bisa dikendalikan oleh petugas sehingga muncul aksi anarkis dan mengakibatkan jatuhnya korban di pihak pengunjuk rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Sumber informasi terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sebagai pisau analisis, peneliti menggunakan Skep Kakorpsbrimob Polri No.Pol : Skep / 73 /VII / 2006 tentang Budomlak PHH Brimob, teori Manajemen, dan teori perubahan perilaku. Berdasarkan temuan peneliti, peran subden 4 sudah sesuai dengan tahapan penanganan unjuk rasa, namun dalam tahap pelaksanaan tidah difungsikan mengenai pleton penindak untuk menindak provokator. Selain itu terdapat faktor internal yaitu kurnag koordinasi antar satuan, kemudian faktor eksternal yaitu masyarakat yang masih berpikiran tradisional mengenai pembangunan. Saran yang diberikan adalah bagi anggota polri harus bisa mengedepankan HTCK yang baik dalam setiap pelaksanaan tugas, selain itu bagi masyarakat harus bisa terbuka mengenai dampak positif pembangunan. Demonstrations demanding the closure of a cement factory in the Kendeng Mountains region of Pati Regency. The action was carried out by people from the Kendeng mountainous region which is a limestone mountain region which ended in riot, at least dozens of people suffered minor injuries and one of the protesters had to be rushed to the hospital and received medical treatment because his chin was torn by a flashball shot by the officer and this action also had blocked the pantura lane which then caused a long traffic jam on the lane. Demonstrations that occurred in Pati District which could be drawn from the root of the problem regarding the wounded victims caused by the handling of officers at the time of the anarchist demonstration. How is the role of personnel from the Pati Police Station and Brimob Personnel who carry out security and handling the demonstration, according to procedures or indeed the community that cannot be controlled by officers so that anarchist action appears and results in casualties on the part of the protesters. This study uses a qualitative approach with field research methods. Information sources consist of primary data and secondary data. Data collection techniques used include interviews, observation, and study of documents. As a knife for analysis, researchers used the Police Kakorpsbrimob Skep No.Pol: Skep / 73 / VII / 2006 on Budhlak PHH Brimob, Management theory, and behavior change theory. Based on the findings of the researchers, the role of Subden 4 is already in accordance with the stage of handling the demonstration, but in the implementation stage it is not functioning regarding the platoon to act against the provocateurs. In addition there are internal factors, namely the level of coordination between units, then external factors, namely the community who still think traditionally about development. The advice given is for police officers to be able to prioritize good HTCK in every task implementation, in addition to that the community must be open about the positive impacts of development.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

ijps

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Indonesian Journal of Police Studies (Indonesian J. Police Stud.) (ISSN Print 2722-452X ISSN Online 2722-4538) is a double blind peer-reviewed journal published by the Indonesian Police Academy. This journal contains research and review articles related to the study of police ...