Penelitian ini di latar belakangi oleh perkembangan teknologi saat ini yang telah banyak memberikan dampak kepada manusia dalam kesehariannya baik untuk pekerjaan maupun kesenangan. Seiring dengan ketergantungannya manusia dengan teknologi, Polri sebagai pelayan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan dibutuhkan masyarakat khususnya yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah membuat inovasi yaitu membuat aplikasi SMILE POLICE. Aplikasi SMILE POLICE merupakan aplikasi berbasis android yang didalamnya terdiri atas 5 aplikasi yang salah satunya Panic Button. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran terkait penerapan aplikasi panic button dan gambaran faktor yang mempengaruhi penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER sesuai program prioritas Kapolri di wilayah hukum Polres Brebes. Sebagai pisau analisis penulis menggunakan teori manajemen dan SWOT.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode kualitatif serta teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan dan telaah dokumen. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan aplikasi panic button pada umumnya adalah untuk mewujudkan PROMOTER dan quick wins sebagai langkah Polri dalam menjawab tuntutan masyarakat dalam bidang pelayanan publik. Adapun manfaat yang ditemukan dari aplikasi panic buttonadalah memudahkan masyarakat untuk melakukan laporan atas terjadinya kejadian yang mendesak atau terancam serta memudahkan polisi untuk mengetahui posisi pelapor melalui GPS pada smartphone pelapor. Sedangkan faktor yang menghambat penerapan aplikasi panic button dalam mewujudkan polisi yang PROMOTER di wilayah hukum Polres Brebes yaitu anggota Polres Brebes belummemahami pengoperasian aplikasi dan kesalahan teknis pada aplikasi. Saran yang dibuat oleh penulis, merekomendasikan beberapa hal diantaranya (1) Dilakukan pemeliharaan dan perawatan pada aplikasi, (2) Penugasan kepada petugas yang berkompeten sebagai operator.
Copyrights © 2017