Tingginya angka kasus penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah salah satunya berasal dari kota Jepara, dari data setiap tahunnya kasus penyalahgunaan narkoba pun meningkat. Hal ini tentu menjadi perhatian karena dapat merusak generasi penerus dan penyebab munculnya tindak pidana lain. Upaya preemtif dan preventif adalah upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, oleh karena itu dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penyuluhan tentang narkotika oleh Satbinmas, faktor – faktor yang mempengaruhi kegiatan penyuluhan tentang narkotika, serta mengetahui upaya optimalisasi kegiatan penyuluhan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitat dengan jenis deskriptif analisis dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan, serta telaah dokumen. Penulis menggunakan teori komunikasi dan manajemen serta konsep yang terkandung dalam Perkap No. 21 Tahun 2007. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh anggota Satbinmas masih belum optimal. Hal itu disebabkan beberapa hal yakni manajemen yang belum optimal, intensitas kegiatan yang masih kurang, kemampuan dan kualifikasi petugas yang belum memenuhi syarat ketentuan, materi yang kurang dikuasai oleh petugas. Hal ini juga disebabkan oleh faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta kesadaran hukum dan mindset masyarakat. Sedangkan upaya untuk mengoptimalkan dari satbinmas sendiri juga belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian, maka perlu dilakukan peningkatan jumlah sumber daya manusia, memberikan pembekalan dan pelatihan kepada anggota satbinmas, dilakukan kerjasama dengan instansi terkait lain dalam memberikan materi narkoba, mengikutsertakan para pengguna narkoba yang sudah bebas, memanfaatkan teknologi dan inovasi lain untuk menyebarkan pesan anti narkoba. Selain itu, juga disarankan agar dilakukan penelitian yang serupa dan mencakup upaya pencegahan dengan konsep dan teori yang berbeda.
Copyrights © 2017