Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi yang mendukung sistem pelayanan publik, sejalan dengan program ke 2 (dua) promoter polri. Ditanggapi langsung dengan diluncurkannya aplikasi Smile Police yang di dalamnya terdapat aplikasi Panic Button, yang bertujuan membantu polri dalam pelayanan cepat terhadap laporan dari masyarakat (Quick Response). Akan tetapi masyarakat masih banyak masyarakat yang kurang memahami apa itu Panic Button serta bagaimana cara menggunakannya. Permasalahan tersebut dituangkan ke dalam rumusan masalah yang menjadi bahan kajian peneliti sehingga dapat memberikan manfaat secara teoritis dan praktis kepada peneliti maupun pembaca. Tinjauan kepustakaan dalam penelitian ini terdiri dari kepustakaan penelitian yang diambil dari hasil penelitian terdahulu dan jurnal yang terkait dengan aplikasi Panic Button serta kepustakaan konseptual yang menyajikan konsep dan teori sebagai pisau analisis. Konsep yang digunakan yaitu konsep Panic Button, Implementasi, Quick Response dan konsep Pelayanan publik serta menggunakan teori Difusi inovasi dan Manajemen. Fokus penelitian ini adalah implementasi Aplikasi Panic Button dalam Quick Response pelayanan masyarakat di wilayah hukum Polres Salatiga. Pendekatan yang digunakan peneliti yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Selanjutnya untuk memperoleh data, peneliti menggunakan sumber data primer yang diperoleh dengan cara wawancara dan observasi serta sumber sekunder yang diperoleh melalui telaah dokumen. Untuk menentukan validitas data, digunakan teknik triangulasi yang selanjutnya dianilisis dengan 3 unsur utama yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian serta pembahasan yang diperoleh dalam penelitian ini, Layanan Aplikasi Panic Button bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat dengan sistem Quick Response. Dari hasil penelitian penerapan Panic Button dalam Quick Response pelayanan kepada masyarakat salatiga belum berjalan dengan seharusnya, karena disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat implementasi aplikasi Panic Button tersebut.
Copyrights © 2020