Selama ini Dinas Perhubungan melakukan perhitungan kendaraan dengan cara manual. Caranya dengan menugaskan petugas mengamati dan menghitung kendaraan yang melintas. Namun hasilnya masih banyak human error. Selain itu Dinas Perhubungan juga menggunakan alat detector untuk perhitungan kendaraan. Alat tersebut sudah membantu Dinas Perhubungan untuk me-monitoring keadaan jalur lalu lintas. Namun harga alat detector itu mahal sehingga Dinas Perhubungan masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu dibutuhkan deteksi, pelacakan dan perhitungan kendaraan secara otomatis. Proses deteksi kendaraan menggunakan dua tahap, yaitu tahap pelatihan (training) dan pengujian. Tahap pelatihan (training) terdiri dari pra pemrosesan, segmentasi dengan moving average, dan ekstraksi ciri.Tahap pengujian terdiri dari pra pemrosesan, segmentasi, ekstraksi ciri, feature matching. Setelah itu lanjut ke tahap pelacakan (tracking) dengan algoritma hungarian dan perhitungan kendaraaan. Keistimewaan penelitian ini adalah deteksi kendaraannya menggunakan moving average subtraction, morphological operation, shadow removal, dan pada pelacakan dan perhitungan kendaraan menggunakan algoritma Hungarian. Akurasi tertinggi diperoleh pada kendaraan panjang yaitu 77%.
Copyrights © 2018