Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Vol 3, No 4 (2016): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan

Hubungan antara Frekuensi Pemberian ASI dan Ambulasi Dini Ibu Nifas dengan Involusi Uterus (Studi di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon)

Reni Gustine (Fakultas Kedokteran Universitas swadaya gunung Jati cirebon)
Asyifa Tsulus Sandi (Fakultas Kedokteran Universitas swadaya gunung Jati cirebon)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2016

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kecepatan proses involusi diantaranya dipengaruhi oleh frekuensi pemberian ASI dan ambulasi dini. Salah satu komplikasi nifas adalah proses involusi yang tidak berjalan dengan baik (subinvolusi) yang dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Hal tersebut merupakan 28% masalah penyebab kematian ibu postpartum dan angka kematian bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional, yang didahului dengan studi kuantitatif. Sampel adalah ibu nifas, sebanyak 66 orang, diambil dengan cara consecutive  sampling. Tinggi fundus uterus diukur dengan pitacentimeter atau pelvimeter dan frekuensi pemberian ASI dan ambulasi dini dari kuesioner. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI ( p value = 0,76, Korelasi Spearman= -0,220) dan orang yang tidak ambulasi dini  memiliki resiko 6 kali terkena subinvolusi dibandingkan yang melakukan ambulasi dini . Simpulan : Semakin sering frekuensi pemberian frekuensi ASI naik maka ukuran uterus makin mengecil. Ambulasi dini bermanfaat untuk proses  fisiologis involusi uterus pada ibu nifas.Kata Kunci: Nifas, Frekuensi Pemberian ASI, Ambulasi dini.. ABSTRACTBackground: Speed the process of involution which is influenced by the frequency of breast-feeding and early ambulation. Complication is puerperium involution process that does not well (subinvolution) which can cause bleeding and Infection. That is cause of the problem 28% of postpartum maternal deat and infant mortality rate. Methods: This study used a observational analytic method, the cross-sectional design, which is preceded by a quntitative study. Samples were puerperal women, as many as 100 people, taken by total sampling. High fundus measured with tape centimeters or pelvimetry and frequency of breast-feeding and early ambulation of the questionnaire. The hypothesis was tested using correlation test. Result : The result of research obtained that there is corerrelation between frequency of breatfeeding (P value = 0, 76) and  those people who do not early ambulation risk 6 times greter risk sub involution than early ambulation. Conclusion : More often frequency of breastfeeding incrreases, the uterine size smaller. Early ambulation helpful for physiological processes in uterine involution puerperal women.Keywords: Puerperium, breastfeeding frequency, early ambulation

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

tumed

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan adalah jurnal Ilmiah yang memuat naskah publikasi Ilmiah di bidang Kedokteran dan Kesehatan yang meliputi bidang Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Biomedis serta Pendidikan Kedokteran.Tunas Medika : Jurnal Kedokteran & Kesehatan merupakan memuat publikasi ...