Novum : Jurnal Hukum
Vol 2 No 4 (2015)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA PEREMPUAN YANG TIDAKMENDAPATKAN WAKTU ISTIRAHAT MENJELANG MELAHIRKAN ANAK

PERSADA PUTRA HARIYONO, DHIMAZ (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Oct 2015

Abstract

Hak untuk mendapatkan waktu istirahat menjelang melahirkan anak untuk pekerja perempuan telah diatur pada pasal 82di dalam UUK. Aturan mengenai hal tersebut harus dicantumkan di perjanjian kerja yang dibuat oleh perusahaan. Salahsatu perusahaan yang tidak mencamtumkan aturan tersebut di PKWT yang digunakan adalah PT ISH. Tidak adanyaaturan mengenai waktu istirahat menjelang melahirkan anak di PKWT PT ISH membuat adanya kekosongan hukum diPKWT tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongannorma terkait waktu istirahat menjelang melahirkan anak bagi pekerja perempuan, untuk mengetahui pengunduran diriatas permintaan perusahaan berdasarkan UUK, dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pekerjaperempuan.Metode penelitian yg digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Adapun pendekatan yangdigunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Teknik analisis bahan hukummenggunakan teknik preskriptif untuk memberikan argumentasi atas hasil penelitian yang berkaitan dengan ketentuanwaktu istirahat menjelang melahirkan anak. Berdasarkan hasil penelitian, PKWT yang isinya lebih rendah dariketentuan perundang-undangan yang berlaku harus batal demi hukum. Upaya yang dapat dilakukan oleh pekerjaperempuan terkait tidak mendapatkan hak waktu istirahat menjelang melahirkan anak adalah melakukan perundinganbipartit terlebih dahulu, bila gagal dilanjutkan ke mediasi dan jika masih gagal dilanjutkan ke Pengadilan HubunganIndustrial.Kata Kunci: Perlindungan hukum, pekerja perempuan, melahirkan anakAbstractThe right for obtaining time off for a female worker before giving birth has been stipulated in article 82 of the labor law.This rule should be included in the agreement made by the company. One of the companies which does not include thatrule in a work agreement for a specified time (PKWT) is PT Infomedia Solusi Humanika. The absence of rule on timeoff for female workers before giving birth create a legal vacuum. Based on this problem, the aims of this study areanalyzing the legal vacuum related to the time off for female workers before giving birth, learning about resignprocedure based on labor law, and learning about legal effort to be made by female workers. The method used in thisresearch is a normative research. The approaches used are statute and conceptual approaches. Legal material analysistechnique used is prescriptive technique to provide arguments on the study related to the regulation of time off forfemale workers before giving birth. Based on the result, PKWT with which the content is lower than the higherregulations shall be null and void. The legal efforts to be made by female workers who do not get the time off beforegiving birth are Bipartite Negotiation, if it fails then the parties proceed to Mediation and if it also fails they proceed totrial on Industrial Relationship Court.Key Words: Legal Protection, Female Workers, Giving Birth

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

novum

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal novum memuat tulisan-tulisan ilmiah baik hasil-hasil penelitian maupun artikel dalam bidang ilmu hukum, hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum administrasi negara dan bidang-bidang hukum ...