Jurnal Hortikultura
Vol 22, No 1 (2012): Maret 2012

Respons Pertumbuhan Bibit Manggis pada Berbagai Interval Penyiraman dan Porositas Media

Mustaha, MA (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2013

Abstract

Tanaman manggis memiliki karakteristik pertumbuhan yang lambat yang antara lain disebabkan oleh sistem perakaranyang buruk, terbatasnya akar lateral, serta mudah terganggu oleh aerasi yang kurang baik dan kekeringan atau kelebihan air. Olehkarena itu rekayasa media tumbuh melalui pendekatan porositas untuk mendapatkan keseimbangan antara aerasi dan ketersediaanair untuk memacu pertumbuhan sangat diperlukan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Plastik Pusat Kajian Buah Tropika, InstitutPertanian Bogor, Tajur dan Balai Penelitian Tanah Bogor mulai Januari 2009 sampai dengan Agustus 2010. Penelitian disusunmenggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama ialah porositas media, terdiri atas empattaraf yaitu: 51–55, 56–60, 61–65, dan 66–70% dan faktor kedua ialah interval penyiraman yang terdiri atas empat taraf yaitu: 2, 4, 6dan 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi porositas media 61–65% dengan penyiraman 6 hari + polimer penyimpanair (PPA) memberikan respons tertinggi terhadap tinggi tanaman (19,27 cm) dan pertambahan jumlah daun (9 helai), panjang akar(37,19 cm), dan potensial air jaringan daun (-7,23 bar). Pertumbuhan tajuk dan akar (khususnya panjang akar) berhubungan dengangradien potensial air jaringan, dimana kombinasi porositas media 61–65% dengan peniraman 6 hari + PPA memiliki gradien potensialjaingan tertinggi (5,86 bar). Gradien potensial yang tinggi mendorong laju serapan dan translokasi air, sehingga respons yang nyatanampak pada peningkatan pertumbuhan tanaman. Media tumbuh dengan porositas 61–65 % dan penyiraman setiap 6 hari + PPAdapat diterapkan pada pembibitan manggis.ABSTRACTMangosteen plant has the characteristics of slow growth is partly due to poorroot system, the lack of lateral roots and are easily distracted by poor aeration and drought or excess water. Therefore conductedengineered growing media porosity approach to strike a balance between aeration and water availability to spur growth. The researchwas conducted in Plastichouse at Centre for Tropical Fruit Studies Bogor Agricultural Institute, Tajur and Soil Research Institute,Bogor, from January 2009 to August 2010. The study was compiled using a complete randomized block design in factorial patternand repeated three times. The first factor is the media porosity, wich consists of four levels are: 51–55, 56–60, 61–65, and 66–70%and the second factor is the watering interval, wich consists of four levels, namely: 2, 4, 6, and 8 days. The results showed that thecombination of media porosity of 61–65% with 6 day interval watering + polymer water storage (PWS) gave the highest response tothe additional plant height (19.27 cm) and the accretion number of leaves (9 number), root lengh (37.19 cm), and tissue water potential(-7.23 bar). Canopy and root growth (especially root length) associated with tissue water potential gradient, in wich combinations of61–65% porosity media with PWS + 6 days watering network has the highest potential gradient (5.86 bar). High potential gradientdriving the pace of uptake and translocation of water so it seems obvious response to increased plant growth. Growing media with61–65% porosity and watering every 6 days + PWS can be applied to mangosteen seedlings.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

JHORT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, ...