Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang, Jawa Baratpada ketinggian tempat 1.250 m dpl. dari bulan Juni sampai September 2005. Jenis tanah percobaan Andisol. Tujuanpercobaan untuk mengetahui pengaruh mikoriza dan penggunaan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan, serapan hara,serta hasil tanaman cabai dan kubis yang ditanam secara tumpangsari di dataran tinggi. Perlakuan terdiri atas inokulasimikoriza Glomus sp. (dengan dan tanpa) dan dosis pupuk NPK (0, 250, 500, 750, dan 1.000 kg NPK/ha). Rancanganpercobaan menggunakan acak kelompok faktorial dengan 3 ulangan. Inokulasi mikoriza dilakukan di persemaiandengan cara mencampurkannya dengan media. Waktu tanam cabai di lapangan, yaitu 2 minggu sebelum tanam kubis.Hasil percobaan menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis. namundapat meningkatkan persentase biji yang berkecambah dan pertumbuhan bibit cabai di persemaian, walaupun tidakmeningkatkan pertumbuhan tanaman cabai di lapangan. Aplikasi pupuk anorganik (NPK) meningkatkan pertumbuhantanaman serta hasil cabai dan kubis. Tanpa inokulasi mikoriza, aplikasi pupuk NPK 1.000 kg/ha menghasilkan bobotbuah sampel cabai tertinggi. Dengan inokulasi mikoriza, untuk menghasilkan bobot buah cabai yang tinggi hanyamembutuhkan pupuk NPK 250 kg/ha. Inokulasi mikoriza dapat mengurangi aplikasi pupuk NPK menjadi ¼ dosisstandar. Teknologi yang diperoleh dari penelitian ini sangat berguna untuk pengembangan usahatani cabai dan kubisyang efisien dan berkelanjutan di dataran tinggi.ABSTRACT. Rosliani, R. and N. Sumarni. 2009. Application of Mycorrhizae and Anorganic Fertilizer on theGrowth, Nitrient Uptake, and Yield of Hot Pepper and Cabbage Intercropping on the Highland. The experimentwas conducted at Indonesian Vegetable Research Institute Experimental Site, Lembang, West Java. The objectivewas to determine the effect of mycorrhizae inoculation and application of anorganic fertilizer on the growth, nutrientuptake, and yield of hot pepper and cabbage intercropping on the highland. The treatments consisted of 2 rates ofmycorrhizae inoculation (with and without) and NPK anorganic fertilizer (0, 250, 500, 750, and 1,000 kg NPK/ha).Overall, the experiment was arranged in a randomized block design comprises of 10 treatment combinations with 3replicates. Mycorrhizae inoculation was done by mixing with seedling media in nursery. Hot pepper was transplantedto the field 2 weeks before cabbage. The results showed that mycorrhizae inoculation did not increase the growthand yield of cabbage. In the nursery, mycorrhizae inoculation increased percentage of the germinated seed and thegrowth of hot pepper seedling, but it did not increase the growth of hot pepper in the field. Application of anorganicfertilizer increased the growth and yield of both hot pepper and cabbage. Without mycorrhizae inoculation, applicationof (NPK) anorganic fertilizer 1,000 kg/ha produced the highest fruit weight of hot pepper. While mycorrhizaeinoculation could reduce the use of anorganic fertilizer up to ¼ of standard dosage (250 kg NPK/ha). The results ofthis experiment was very beneficial for hot pepper and cabbage farming system in the highland since it was moreefficient and sustainable.
Copyrights © 2009