Jurnal Hortikultura
Vol 19, No 3 (2009): September 2009

Analisis Jaringan Daun sebagai Alat untuk Menentukan Status Hara Fosfor pada Tanaman Manggis

Liferdi, Lukman (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2013

Abstract

Analisis jaringan daun yang diperoleh dari laboratorium dapat digunakan sebagai acuan dalammendiagnosis status hara dan menentukan rekomendasi pemupukan apabila telah dikalibrasikan dengan hasil tanamanyang dapat dipasarkan. Tujuan studi ini ialah mendapatkan suatu model regresi yang ideal untuk memprediksi statushara fosfor pada tanaman manggis dewasa (umur ±20 tahun) yang hasilnya dapat diinterpretasikan sebagai sangatrendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi yang terbaikuntuk menentukan hubungan antara konsentrasi P daun umur 5 bulan dengan produksi tanaman ialah model kuadratik.Menurut model ini status konsentrasi P daun kurang dari 0,11% termasuk kategori sangat rendah, konsentrasi P daunantara 0,11 sampai <0,21% adalah rendah, dan status konsentrasi P daun antara 0,21 sampai <0,31% adalah sedang.Untuk menaikkan konsentrasi P daun dengan status sangat rendah menjadi status sedang dibutuhkan pupuk P2O5kira-kira 1.886-3.314 g/tanaman/tahun pada tahun pertama. Untuk tahun kedua diperlukan P2O5 sekitar 1.100-2.100g/tanaman/tahun. Untuk mendapatkan produksi maksimum (23,80 kg) pada tahun pertama dibutuhkan dosis pupukP2O5 optimum sebesar 1.800 g /tanaman/tahun. Pada tahun kedua P2O5 yang dibutuhkan adalah 1.725 g /tanaman/tahun untuk mendapatkan produksi maksimum 42,07 kg. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalammenyusun rekomendasi pemupukan untuk tanaman manggis yang telah berbuah (umur ±20 tahun).ABSTRACT. Liferdi, L. 2009. Leaf Analysis as a Tool for Diagnose of Phosphor Nutritional Status in Mangosteen.Laboratory leaf tissue analysis can be used as a guide to diagnose nutritional status and as a recommendation for fertilizerif it has been calibrated with marketable plant yield. The aims of this study were to find out the best regression modelto estimate phosphor status in mangosteen plant, so that a given certain leaf tissue analysis value can be interpreted asvery low, low, medium, high, or very high. The results showed that the best regression model for describing the relationbetween P concentration in the leaf of 5 months age and plant production was quadratic model. According to this model,the status of leaf with P concentration less than 0.11% was very low, P concentration 0.11 to <0.21% was low, and Pconcentration 0.21 to <0.31% was medium. To increase the P concentration of leaf with low status to medium status,1,886 - 3,314 g /plant/year P2O5 fertilizer was needed in the first year, and 1,110-2,100 g/plant/year P2O5 fertilizer for thesecond year. To gain the maximum production in the first year (23.8 kg), the optimum dosage of P2O5 was 1,800 g/plant/year. In the second year, 1,725 g/plant/year P2O5 was needed to get maximum production (42.07 kg). These researchresults can be used as a guide for appropriate P fertilizer recommendation in mangosteen

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

JHORT

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikultura, yaitu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman buah tropika maupun subtropika. Jurnal Hortikultura diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian, ...