Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007

ANALISIS KUALITAS RELATIF PROTEIN JAGUNG SECARA IN VIVO DENGAN METODE PDCAAS

Wylis Arief, Ratna ( Bcdai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung JI. ZA Pagar Alam No. IA Rajabasa — Bandar Lampung, Lampung)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2014

Abstract

The protein content in each maize varies depends on its quantity and quality. The quality of protein in food materials is determined by its protein rate and amino acid pattern, because every type of Cereal has different composition and amino acid pattern. The protein is needed to grow and produce and to keep a normal health, so that the ideal protein must have amino acid formation that matches with the requirement of human and animal. PDCAAS represents a way of newly introduced by FAO to compare the quality of all kinds of protein pursuant to requirement of amino acid at human being. The research was executed by using in vivo method on white mice (Sparague Dawley) as an attempted animal, and applies 4 maize varieties as main feed to know the quality of protein. The four maize varieties used are QPM Srikandi Kuning (A); QPM Srikandi Putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), and group of metabolite (E) which only perceived its protein rate of digestion. The parameters observed are amino acid score, protein consumed, protein in fesses, digestion power, real digestion power and PDCAAS. The results showed that Lamuru variety has the best quality of protein with PDCAAS value is 46.02 and statistically not different with Srikandi Kuning variety that has PDCAAS value is 42.92. To conclude, the varieties are acceptable as a primary food for developed countries such as Indonesia, because they contain good protein quality. Key words: maize, quality, protein, PDCAAS   Protein yang terdapat di dalam setiap varietas jagung sangat bervariasi baik jumlah maupun kualitasnya. Kualitas protein bahan pangan ditentukan oleh kadar protein dan pola asam amino penyusunnya dan setiap jenis serealia mempunyai komposisi dan pola asam amino yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas protein beberapa varietas jagung dengan menggunakan metode PDCAAS dan dilakukan secara in vivo. Sasaran dari penelitian ini adalah sebagai bahan pangan bagi manusia, karena itu digunakan tikus putih jenis Sparague Dawley sebagai hewan percobaan karena sistim pencernaan pada tikus putih mirip dengan sistim pencernaan pada manusia dan 4 varietas jagung yang akan diketahui kualitas proteinnya, masing-masing adalah: QPM Srikandi kuning (A); QPM Srikandi putih (B); Bisi 2 (C); Lamuru (D), dan kelompok metabolit (E) yang hanya diamati kadar protein fesesnya untuk penghitungan daya cerna sejati. Perlakuan disusun dalam RAK, dengan 8 ulangan. Parameter pengamatan meliputi skor asam amino, jumlah protein yang dikonsumsi, jumlah protein dalam feses, daya cerna, daya cerna sejati, dan PDCAAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penentuan nilai PDCAAS, jagung varietas Lamuru mempunyai kualitas protein yang terbaik dengan nilai PDCAAS sebesar 46,02 dan secara statistik tidak berbeda nyata dengan jagung QPM Srikandi Kuning dengan nilai PDCAAS sebesar 42,92, sehingga dapat menjadi salah satu makanan pokok dengan kualitas protein yang baik, terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. Kata kunci:jagung, kualitas, protein, PDCAAS

Copyrights © 2007






Journal Info

Abbrev

jpengkajian

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Engineering

Description

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. ...