Induction Furnace adalah teknologi yang diterapkan dengan memanfaatkan Arus Eddy yang dihasilkan oleh medan elektromagnetik. Rugi-rugi akibat Arus Eddy yang menghasilkan disipasi panas inilah kemudian dimanfaatkan untuk dapat melebur logam. Penggunaan teknologi ini adalah sistem induksi, yaitu coil yang diberi tegangan AC dengan frekuensi tertentu, namun sistem ini juga melibatkan konversi daya dari AC menjadi DC dan sebaliknya serta sistem kontrol dan pengamanan. Permasalahan bagaimana prinsip dasar dari sistem induksi dalam pembangkitan panas untuk proses peleburan logam, bagaimana proses konversi daya listrik yang terjadi dalam sistem induktion dan proses kontrol daya listrik untuk membangkitkan sumber daya listrik induksi. Pemilihan Thyristor atau SCR dalam penyearah DC disebabkan oleh pertimbangan adanya ketepatan terjadinya konduksi untuk terjadinya penyearahan. Pengaturan penyalaan pada gate yang mempengaruhi waktu konduksi pada SCR menyebabkan keluaran yang lebih optimal dalam penyearahan. Selain itu dengan sifatnya yang memiliki gate sebagai pemicu konduksi, SCR memungkinkan adanya kontrol terintegrasi baik sebagai pengaman komponen atau dalam kaitannya dengan rangkaian lain. Pemilihan Thyristor sebagai komponen utama inverter, adalah disebabkan effisiensi kerjanya yang mencapai 90%, frekuensi kerjanya yang fleksibel 100Hz-10kHz, juga dayanya yang mencapai 10 MW. Pembangkitan daya induksi elektromagnetik akan menghasilkan arus beban yang tertinggal 900 pada fasa sehingga diperlukan kompensasi dengan menggunakan kapasitor yang harus memiliki reaktansi kapasitif yang hampir sama dengan reaktansi induktif pada coil. Dengan demikian terjadi frekuensi resonansi yang bukan saja mampu menahan laju arus akibat reaktansi induktif tapi juga memperbaiki faktor daya
Copyrights © 2011