Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengkritisi retorika Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berparadigma kritis karena peneliti berusaha untuk membedah teks berupa pernyataan-pernyataan Viktor Laiskodat. Peneliti menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough untuk meneliti pernyataan-pernyataan tersebut dari tiga dimensi, yakni teks, praktik wacana dan praktik sosiokultural. Retorika Viktor Laiskodat bertujuan untuk mempersuasi masyarakat NTT agar mengubah kebiasaan dan cara hidup yang lama serta bersama dengan Pemerintah mengatasi berbagai persoalan, seperti kemiskinan, Pendidikan dan kesehatan.
Copyrights © 2019