Buletin Palawija
No 22 (2011)

STATUS DAN PROSPEK PENERAPAN ALAT PENGERING DI TINGKAT PENANGKAR BENIH KEDELAI

Patriyawaty, N.R. ( BALITKABI)
Tastra, I.K. ( BALITKABI)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2014

Abstract

Penangkar benih mempunyai nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan benih kedelai nasional (33.000– 64.000 ton/tahun) guna mendukung sasaran program swasembada kedelai tahun 2014. Upaya pengadaan benih yang dilakukan penangkar benih adalah dengan cara membeli dari petani kooperator yang menjadi kelompok dari penangkar benih kedelai sistem Jabalsim (Jalur benih antar lapang dan musim). Salah satu kendala penangkar benih kedelai yang aktif dalam sistem Jabalsim adalah adanya sebagian panen kedelai (29,9%) jatuh pada musim hujan, sehingga mutu benihnya rendah akibat keterlambatan pengeringan. Saat ini sistem penjualan jasa pengeringan belum berkembang dibandingkan penjualan jasa perontokan, karena harga mesinnya relatif mahal dibandingkan dengan mesin perontok. Untuk itu perlu inovasi pengeringan yang semakin terjangkau penjual alsintan atau penangkar benih kedelai dan petani koperatornya. Dalam kondisi kecilnya akses teknologi pengeringan bagi petani kedelai skala kecil (pemilikan lahan 0,25–0,5 ha), pengeringan kedelai brangkasan tipe rak yang disinergikan dengan ataupun tanpa unit penjualan jasa energi pengering mempunyai prospek diterapkan di tingkat petani koperator penangkar benih hingga kadar air siap rontok (18–20 % bb). Berdasarkan beberapa pilihan alat pengering yang ada saat ini, alat pengering tipe bak model Balitkabi dengan sumber energi gas LPG lebih prospektif diterapkan di tingkat penangkar benih kedelai. Untuk dapat mengeringkan biji/benih kedelai dari petani koperator dari kadar air 18–20 % bb hingga 11% bb mutu benih yang dihasilkan masih memenuhi standar benih sebar (daya tumbuh minimum 70% bb).

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

BUPA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Buletin Palawija merupakan publikasi yang memuat makalah review (tinjauan) hasil penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi umbian. Buletin ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober) oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan ...