Sebuah kota sudah seharusnya mempunyai image yang mewakili keberadaannya.Image ini menjadi penting sebagai pembeda dari kota-kota lainnya. Image yang dibentukakan menjadi identitas dan daya tarik serta memberikan positioning bagi kota tersebut yangbisa ‘dijual’. Citra kota yang jelas dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan membantuorang untuk memaharni lingkungannya, mudah berorientasi dan tidak tersesat. Untuk itudiperlukan elemen-elemen fisik yang mudah dikenali dalam lingkungan kota. Penulisan inimengacu pada pemikiran Kevin Lynch mengenai elemen-elemen fisik pembentuk citra kota.Hal yang ingin diketahui adalah bagaimana citra kota Jayapura menurut elemen-elemen fisiktersebut terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, denganinstrumen penelitian menggunakan interview terstruktur dalam bentuk kuesioner padapenduduk kota yang cukup lama tidak mengunjungi kota dan pendatang/ pengunjung kota.Sumber sampling yang berbeda diharapkan memberikan variasi jawaban yang dapatmenambah keobjektifan penilaian. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa kelima elemen(path, edges, district, node, dan landmark telah terbentuk, baik berupa elemen fisikbangunan, monumen/tugu, jalan dan ruang terbuka. Elemen yang mudah digambarkanmasyarakat/ responden adalah path, nodes dan landmark, sedangkan edges adalah elemenyang sulit digambarkan oleh masyarakat/ responden.
Copyrights © 2016