Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang sangat dibutuhkan oleh bayi, karenakandungan yang terdapat dalam ASI mampu mencukupi dan menyesuikan kebutuhanbayi. Target pemberian ASI Esklusif di Indonesia 80%, namun kenyataannya target yangsudah disepaki belum mampu dicapai. Sementara itu data Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) 2013 menunjukkan, cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia barumencapai 42% (Riskesdas, 2013). Riskesdas 2010, angka pemberian ASI Eksklusif padabayi 0-5 bulan sebesar 27,2%, hingga saat ini masih banyak menemui kendala(Riskesdas, 2010). Pemberian ASI Eksklusif kepada bayi dalam data Riskesdas 2013lebih tinggi dibandingkan Riskesdas 2010 walaupun pencapaiannya dibawah target. DiPropinsi Sumatera Utara angka cakupan ASI Eksklusif kepada bayi pada tahun 2013sebesar 30,2% (Riskesdas, 2013).Penelitian ini berupa survei dengan desain non eksperimental dengan pendekatancross sectional, yaitu peneliti hanya melakukan observasi dan pengukuran variabel padasatu saat tertentu saja. Pengukuran variabel tidak terbatas harus tepat pada satu waktubersamaan, namun mempunyai makna bahwa setiap subyek hanya dikenai satu kalipengukuran, tanpa dilakukan tindak lanjut atau pengulangan pengukuran. Analisa datadilakukan dengan tiga tahapan yaitu univariat bivariat dan multivariat.Hasil penelitian penelitian ini masih berada di bawah target 80% proporsi ibu yangmenyusui ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Poriaha masih sangat rendah karenadari 190 responden yang memberikan ASI Eksklusif hanya 11,6% sedangkan yang tidakmemberikan ASI Eksklusif sebesar 88,4%.. Simpulan Hasil uji statistik Regresi LogistikGanda didapatkan variabel dominan yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusifadalah variabel sikap dengan nilai OR = 26.6 artinya ibu yang mempunyai sikap positifpada pemberian ASI Eksklusif mempunyai peluang 27 kali lebih besar untuk memberikanASI EksklusifKata kunci : Asi Eksklusif, Determi
Copyrights © 2016