Penggunaan dari map rekam medis adalah untuk melindungi formulir rekam medis darikerusakan, membedakan antara rekam medis satu dengan yang lain dan sebagai tempat untukmenyimpan formulir pelayanan pasien dari pasien mendaftar pertama kali hingga menjadipasien inaktif. Dalam penggunaan map rekam medis di perlukan suatu aturan, aturan ataupanduan tersebut berupa SPO (Standar Prosedur Operasional). SPO adalah suatu perangkatinstruksi/langkah-langkah yang dibakukan untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutintertentu. Berdasarkan studi pendahuluan, ditemukan beberapa permasalahan yang terjadiyang berkaitan dengan desain map dan panduan dalam pengisiannya diantaranyaditemukannya berkas rekam medis yang salah penempatan pada rak penyimpanan, berkasrekam medis ganda, dan kurangnya sistem pengidentifikasian rekam medis yaitu dengankode warna serta tidak adanya pembatasan bagian (divider/tab) yang berfungsi sebagaipembeda antara formulir IGD, Rawat Jalan (RJ), dan Rawat Inap (RI).Tujuan dariperancangan ini adalah untuk meredesain map rekam medis dan SPO pengisiannya diPuskesmas Tempunak. Hasil perancangan ini adalah ada tiga gambar alternatif untuk desainmap rekam medis di Puskesmas Tempunak, map rekam medis yang terpilih adalah gambaralternatif 2, dengan jenis map potrait, desain menyesuaikan dengan JCI, penulisan tahunkunjungan dikolom bagian atas lidah map, tidak terdapat identitas sosial pasien dan berwarnabiru. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perancangan ini menghasilkan map rekammedis dan SPO pengisiannya sesuai dengan kebutuhan di Puskesmas Tempunak. Sebaiknyahasil rancangan map dan SPO pengisiannya dipertimbangkan untuk diaplikasikan diPuskesmas Tempunak.
Copyrights © 2019