Diketahui dari data Puskesmas Gunung Sari Lombok Barat, di Desa Sesela angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Nafas Akut) pada anak balita merupakan kasus tertinggi pada tahun 2017. ISPA dapat disebabkan oleh kepadatan hunian yang tinggi sehingga menyebabkan pertukaran udara yang tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kepadatan hunian tempat tinggal dengan status ISPA anak balita usia 1 sampai 5 tahun di Desa Sesela Lombok Barat. Sampel penelitian berjumlah 89 anak yang diambil secara random sampling dari total populasi 825 anak di Desa Sesela. Rancangan studi yang digunakan adalah cross sectional dan uji analisis yang digunakan adalah Uji korelasi Pearson Chi Square dengan α=0.10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 9 anak (10%) pernah terkena ISPA pada 14 anak (16%) dengan kepadatan hunian tidak memenuhi syarat dan dari 36 tempat tinggal (40%) yang memenuhi syarat terdapat 30 anak (34%) tidak ISPA. Kepadatan hunian tempat tinggal tidak berhubungan dengan kejadian ISPA anak balita di Desa Sesela Lombok Barat (p=0.599). Faktor lingkungan sebagai penyebab lainnya adalah luas ventilasi dan paparan asap dalam rumah. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah meneliti faktor lingkungan lain sebagai penyebab ISPA anak balita karena kejadian ISPA di Desa Sesela Lombok Barat masih menduduki penyakit tertinggi pada anak balita.
Copyrights © 2018