Status gizi anak usia di bawah lima tahun (balita) sesungguhnya dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung membaik. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi kekurangan gizi pada balita turun menjadi 18,4 persen. Sementara itu data dari Dinas Kesehatan Kota Banjar mengenai jumlah bayi dan balita di Kota Banjar pada tahun 2015 mencapai 19866 jiwa, dengan jumlah gizi buruk sebanyak 6 jiwa dan gizi kurang sebanyak 127 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu tipe penelitian yang menggambarkan masalah keperawatan yang terjadi pada kasus tertentu berhubungan dengan distribusinya. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita (usia 4-5 tahun) sebanyak 190 di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan cara random sampling dan didapat 66 sampel. Hasil analisa data menunjukan bahwa dari 66 responden yang yang berperan positif terhadap asupan gizi balita memiliki balita dengan gizi baik sebanyak 39 responden (100.0%), sedangkan ibu yang memiliki peran negatif terhadap asupan gizi balita sebanyak 18 responden (66.7%) memiliki gizi sedang dan kurang, dan hanya 9 balita (33.3%) yang memiliki gizi baik.Kesimpulannya ada hubungan yang signifikan antara peran ibu dalam memenuhi kebuthan gizi balita (usia 4-5 tahun) dengan status gizi balita di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Kota Banjar dengan p-value sebesar 0.000 lebih kecil dari 0,05.
Copyrights © 2019