Salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah melalui pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) bagi pasangan usia subur (PUS). Pengguna MKJP di Puskesmas Langensari I sebanyak 1039 askpetor dan Puskesmas Langensari II sebanyak 1.174 akseptor. Angka penggunaan MKJP termasuk rendah jika dibandingkan dengan sasaran secara Nasional dan provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Non MKJP di wilayah kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian 1.304 akseptor KB. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proporsional random sampling, dan didapat sampel sebanyak 93 orang. Hasil analisa data menunjukkan bahwa IbuPUS yang tidak memilih MKJP paling banyak usia antara 20-35 tahun yaitu sebanyak 59,1% (41 orang). Ibu PUS yang tidak memilih MKJP mempunyai paritas multi yaitu 66,7% (62 orang). Ibu PUS yang tidak memilih MKJP mempunyai pengalaman menggunakan alat kontrasepsi non MKJP yaitu 58,1% (54 orang).
Copyrights © 2019