Abortus merupakan kegawatdaruratan yang berdampak pada kejadian perdarahan dan infeksi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Kejadian abortus di Indonesia diperkirakan sekitar 2 – 2,5 % dari jumlah kehamilan setiap tahun. Dari data Kemenkes pada tahun 2017 jumlah kematian ibu yang terjadi 21,7 % terjadi karena abortus, terjadi peningkatan dari kejadian tahun 2016 yaitu sebesar 18,5 %. Jarak kehamilan merupakan salah satu factor predisposisi terjadinya abortus dilihat dari faktor maternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik asosiatif dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin sebanyak 2009 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan tekhnik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar checklist, dengan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisa data menunjukan jarak kehamilan kurang dari 2 tahun sebanyak 56 responden ( 58,9%), jarak kehamilan lebih dari dua tahun sebanyak 39 responden ( 41,15). Terdapat hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus dengan p-value sebesar 0,000.
Copyrights © 2019