Gangguan jiwa masih menjadi masalah serius kesehatan mental di Indonesia. Tahun 2007 terdapat 0,46 persen dari totalpopulasi Indonesia penduduk Indonesia berisiko tinggi mengalami skizofrenia. Masih banyak penderita gangguan jiwa beratyang tidak mendapat penanganan secara medis atau yang drop out dari penanganan medis dan pada akhirnya dipasung. Tidaksedikit masyarakat yang beranggapan bahwa individu yang sakit jiwa adalah aib dan memalukan, tidak bermoral bahkan tidakberiman. Stigma ini amat sangat merugikan bagi individu dan institusi yang berwenang di dunia kesehatan jiwa. Tidak jaranghak asasi individu dengan gangguan jiwa juga terlanggar akibat stigma dan sikap diskriminatif tersebut. Tujuan Studi literaturini untuk menjelaskan mengenai persepsi masyarakat terhadap individu yang mengalami gangguan jiwa. Metode Penelitian inidilakukan dengan melakukan literatur review yang didapatkan dari dari media elektronik (internet) Google Scholar, Proquest,CINAHL dan didapatkan 10 jurnal yang bergaitan. Hasil didapatkan Stigma terkait dengan gangguan jiwa memiliki dampakyang signifikan pada kehidupan dari beberapa individu. Dari perspektif pasien, kurangnya pengetahuan, sifat dari penyakititu sendiri, dan gejala perilaku dipandang sebagai alasan utama sumber dari stigma. Efek umum dari stigma yang merendahkanharga diri dan diskriminasi dalam keluarga dan tempat kerja. Oleh karena itu penting untuk memberikan pengetahuan tentangkesehatan jiwa atau gangguan jiwa yang menyebabkan masyarakat mempunyai persepsi yang negetif. Semakin baikpengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa, maka semakin positif sikap masyarakat kepada penderita gangguan jiwa.
Copyrights © 2017