Artikel ini membahas bentuk dominasi maskulin yang terdapat dalam novel Dua Ibu karya Arswendo Atmowiloto. Penelitian ini menggunakan paradigma Abrams, yaitu pendekatan mimetik serta pendekatan diskursif. Kerangka berpikir yang digunakan adalah perspektif Pierre Bourdieu mengenai dominasi maskulin. Bentuk dominasi maskulin yang ditemukan paling banyak dalam ranah domestik, yaitu dalam hal (1) pernikahan, yaitu dalam bentuk perselingkuhan suami terhadap istri, perkawinan untuk meningkatkan modal simbolik perempuan, pengabdian istri; (2) pengutamaan pendidikan anak laki-laki; (3) pembagian kerja secara seksual; dan di luar ranah domestik yaitu (4) aktualisasi diri perempuan yang menegaskan feminitasnya dan subordinasinya terhadap laki-laki.
Copyrights © 2019