Tulisan ini bertujuan mengungkapkan adanya rekonsiliasi masyarakat pasca-konflik lewat imajinasi historis dalam karya terbaru Sindhunata Putri Cina (2007). Rekonsiliasi akan pesan perdamaian ditunjukkan melalui menerimanya tokoh akan ketidakjelasan identitasnya. Pesan ini dikemas menggunakan narasi tentang peperangan, balas dendam, dan pengambinghitaman dengan mengangkat sejarah, mitos, cerita rakyat, dan realitas politik modern yang menggarisbawahi kengerian dan kesia-siaan perang antarsaudara. Rekonsiliasi dan pesan perdamaian ini dibayar oleh cinta dan kematian.Karya ini juga menghadirkan ruang untuk berkontemplasi bahwa melindungi semua orang, Jawa maupun Cina tidak hanya dibebankan pada senapati, tetapi merupakan tugas semua manusia yang (masih) peduli akan kemanusiaannya. Adanya hibriditas, identitas mengambang, warga dunia dan istilah muluk lainnya diidealkan tidak hanya cocok untuk budaya, tetapi diharapkan bisa bersenyawa dengan ekonomi dan/atau politik lintas etnis.KATA KUNCI rekonsiliasi, identitas, hibriditas
Copyrights © 2008