Tulisan ini membahas mengenai pertentangan kelas kaum buruh dalam drama Marsinah: Nyanyaian dari Bawah Tanah karya Ratna Sarumpaet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertentangan kelas dalam drama Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan dalam artikel ini adalah metode formal dan metode analisis isi. Metode penyajian analisis data yang digunakan adalah metode deskrisi kualitatif. Langkah pertama adalah menganalisis drama Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah secara struktural. Langkah kedua adalah menganalisis pertentangan kelas serta hal-hal yang diperjuangkan buruh berdasarkan analisis pertama.Hasil analisis struktural menunjukkan bahwa 1) tokoh-tokohnya terdiri dari kelas atas (Tokoh, Kuneng, Nining, dan Itut) dan kelas bawah (Hakim, Corong, Pengawas Pabrik, dan Lelaki III), serta 2) latar dalam drama ini secara implisit menunjukkan pada masa orde baru dengan nuansa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Secara khusus, latar tempat dalam drama ini dibedakan menjadi dunia kematian dan dunia manusia.Hasil analisis pertentangan kelas menunjukkan bahwa ada pertentangan kelas dalam 1) bidang pendidikan antartokoh, 2) atasan pabrik dengan para buruh, 3) pemerintah dengan lembaga hukum, 4) pemerintah dengan masyarkat kecil, dan 5) lembaga hukum dengan masyarakat kecil.Kata kunci: buruh, pemilik modal, marsinah, sosiologi marxis, pertentangan kelas.
Copyrights © 2015