Studi ini bertujuan untuk mengemukakan gagasan tentang struktur yang terkandung dalam Teori Habitus Sosial serta temuan-temuan awal yang dipandang relevan dengan gejala transformasi ruang di Kota Depok Jawa Barat; sebagai wilayah pinggiran yang sedang berkembang pesat. Cara pandang ini mengisyaratkan adanya keterlibatan pusat, aktor dominan, dan resistensi sosial budaya dalam proses transformasi ruang. Berkenaan dengan itu, pembahasan berbagai temuan awal yang diperoleh baik melalui observasi lapang, studi literatur, maupun wawancara menekankan pada saling keterkaitan antara perubahan identitas tempat dan konflik ruang yang berlangsung dalam suatu pola kekuasaan tertentu. Berlandaskan pada konsep “struktur yang menstruktur” dan “struktur yang terstruktur”, hasil studi menunjukkan bahwa perubahan wujud fisik, desain arsitektur, dan fungsi bangunan tidak selalu berimplikasi pada perubahan atau bahkan hilangnya identitas tempat. Hal ini tergantung pada tingkat kesadaran spasial penduduk sesuai dengan sejarah panjang dari pengalaman serta kontribusi sosial mereka pada tempat tertentu. Namun demikian, daya tahan identitas suatu tempat dapat meningkatkan konflik ruang sebagai cermin dari persaingan simbol antara aktor-aktor urban demi memperkuat keberadaan mereka masing-masing. Kata kunci: identitas tempat, konflik ruang, urban habitus, transformasi ruang urban
Copyrights © 2018