Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh. Penderita DM tidak bisa memproduksi jumlah insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula dalam darah. Kelebihan gula yang kronis dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Klasifikasi atau jenis DM ada bermacam-macam, tetapi di Indonesia yang paling banyak ditemukan adalah DM tipe II. Analisis faktor resiko DM tipe II dengan regresi spline mampu mengestimasi data yang tidak memiliki pola tertentu. Hasil permodelan diperoleh kesimpulan bahwa model terbaik dapat dijelaskan melalui model regresi linier kombinasi knot terbobot. Model ini menghasilkan nilai GCV sebesar GCV 24514,2137 dan koefisien determinasi 24,96 %. Dari hasil diatas nampak bahwa variabel yang berpengaruh tehadap gula darah sewaktu adalah hemoglobin, leukosit, tekanan sistol, dan tekanan distol.
Copyrights © 2019