Litera
Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017

UNCANNY DAN BAYANG-BAYANG KOLONI DALAM NOVEL POSKOLONIAL HINDIA BELANDA

Sudibyo Prawiroatmojo (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2017

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan: (1) menjelaskan masa repatriasi sebagai pemicu fenomena uncanny; (2) menjelaskan keanehan, keganjilan, ketakutan yang sering muncul pada diri tokoh cerita dari masa lalu kolonialnya; (3) menjelaskan upaya tokoh cerita menghadapi fenomena uncanny. Fenomena tersebut mencakup penampilan ganda yang terjadi secara berulang-ulang, misalnya rumah dan liyan yang membayang-bayangi, ketakutan akan mati serta perulangan-perulangan lain yang terjadi di luar kesadaran. Untuk mengungkap fenomena itu, digunakan metode pembacaan poskolonial yang berasumsi bahwa situasi uncanny hampir selalu hadir dalam novel-novel yang berkisah tentang praktik kolonialisme, khususnya dalam keluarga migran kolonial. Hal ini terjadi karena apa yang diinginkan tidak sesuai dengan yang didapatkan atau yang semula menyenangkan berubah menjadi sesuatu yang menakutkan. Sehubungan dengan itu, digunakan novel-novel poskolonial Hindia Belanda yang berkisah tentang periode 1942-1966, yaitu ketika orang Belanda baik totok maupun Indo mengalami berbagai tindakan kekerasan dan ketidakpastian.Kata kunci: ucanny, novel, pasca repatriasi, poskolonial UNCANNY PHENOMENA AND COLONIAL SHADOWS IN DUTCH INDIES POSTCOLONIAL NOVELSAbstractThis study aims to: (1) explain the period of repatriation as a trigger of uncanny phenomena; (2) explain peculiarities, oddities, and fears that often arise in story characters from their colonial past; and (3) describe story characters’ efforts to face uncanny phenomena. Such phenomena include repeated double appearances, such as shadowy homes and others, fear of death, and other recurrences that occur outside of consciousness. To expose such phenomena, a postcolonial reading method is used by assuming that uncanny situations are almost always present in novels about the practice of colonialism, especially in colonial migrants’ families. This happens because what is desired does not match what is obtained or what is initially joyful turns into something scary. In relation to this, the Dutch Indies postcolonial novels narrating the 1942-1966 period are studied, when the Dutch people, both totok and indo, experienced various acts of violence and uncertainty.Keywords: ucanny, novels, post-repatriation, postcolonial

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

litera

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

LITERA is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta. LITERA is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in the ...