Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam
Vol 2, No 2 (2019): Vol. 2, No. 2, April 2019

Nabi Idris dalam Kajian Sejarah Ilmu Falak

Lutfi Nur Fadhilah (UIN Walisongo Semarang)
Muhammad Al-farabi Putra (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jul 2019

Abstract

Ilmu falak mengalami perkembangan yaitu mulai dari fase pra Islam (Babilonia, Mesir Kuno, Mesopotamia, Cina, India, Prancis, dan Yunani) kemudian merambah ke dalam fase Islam. Ilmu falak sudah dikenal sejak bangsa Babilonia (Irak kuno) dengan mengamati rasi-rasi bintang. Nabi Idris adalah nabi yang pertama kali mengkaji ilmu hitung berdasarkan kitab al-bidāyah. Studi ini merupakan literatur analisis yang berdasar kepada kajian kitab-kitab karya ulama klasik. Beberapa literatur seperti kitab al-khulāṣah al-wafiyyah karya KH. Zubair Umar al-Jailany dan mukhtaṣar mahāżab karya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani menyatakan bahwa waḍi’ ilmu falak adalah Nabi Idris as. Kitab sabāik al-żahāb fī ma’rifat al-qabāil al-‘arab karya al-Suwaidi menyebutkan bahwa Nabi Unusy adalah penemu ilmu falak, sedangkan Nabi Idris adalah penemu ilmu astrologi. 

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

ua

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam (JUA) is focused to the examination of contemporary issues in Religious Studies through both qualitative and quantitative research methodologies across various domains, including social, religious, economic, cultural, political, and legal contexts. ...