Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Vol 3, No 1 (2014)

DINAMIKA GERAKAN SOSIAL (Studi Peran Intelektual dalam Melakukan Gerakan Sosial dengan Masyarakat Sipil untuk Mendapatkan Pelayanan Listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember)

NIM : 105120107111020, Fathor Rosid (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2014

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini mengkaji tentang dinamika gerakan sosial, khususnya peran intelektual dalam melakukan gerakan sosial dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan pelayanan listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam mengorganisir massa untuk pengajuan listrik. Kedua, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam melakukan lobi politik dengan PLN sebagai instansi yang wajib memberikan pelayanan listrik. Adapun manfaat dari pelaksanaan penelitian ini, pertama, memberikan gambaran tentang pentingnya seorang intelektual organik bagi masyarakat sipil dalam melakukan gerakan sosial untuk mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Kedua, memberikan pembelajaran ideologis bagi masyarakat Mulyorejo dan intelektual agar melakukan gerakan sosial untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil sebagai respon atas tidak adanya pelayanan listrik dari PLN sebagai masyarakat politik. Penelitian ini menggunakan teori Gerakan Intelektual Organik yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Intelektual organik harus bisa mengorganisir massa, memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat sipil, serta mempunyai koneksi dengan masyarakat politik dalam upaya melakukan gerakan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan empat hasil penelitian, pertama, intelektual organik Mulyorejo dengan pendekatan ketokohan menjadi penggerak masyarakat untuk berkumpul membahas gerakan pengajuan listrik yang waktu itu masyarakat tidak tahu bagaimana mekanisme untuk mendaptkan listrik dari PLN. Namun, dalam menggerakkan massa tersebut intelektual tidak memberikan penyadaran ideologis kepada masyarakat tentang kewajiban PLN dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik dikarenakan intelektual tidak punya pemahaman tentang itu. Kedua, intelektual organik mempunyai koneksi dengan PLN dan mampu melakukan lobi politik dengan pengajuan proposal ke PLN, sehingga berhasil mendapatkan pelayanan listrik. Ketiga, dalam gerakan, intelektual tidak memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat soal kelistrikan karena ia juga tidak punya pemahaman soal itu.  Keempat, intelektual mempunyai kepentingan ekonomi di balik gerakannya dalam memperjuangkan hak pelayanan listrik masyarakat sipil Mulyorejo. Kata Kunci: Gerakan Sosial,  Intelektual Organik, Masyarakat Politik, Masyarakat Sipil,  Pelayanan Listrik

Copyrights © 2014