Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Vol 3, No 1 (2014)

KONTESTASI KEKUASAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL KEAGAMAAN GERAKAN PEMUDA ANSOR DI KABUPATEN JOMBANG

0911210048, Nur Fahmi Ramadhani (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Apr 2014

Abstract

ABSTRAKMemasuki era reformasi, berbagai ormas Islam telah menunjukkan pergerakannya yang lebih dinamis. Salah satunya adalah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), yang merupakan badan otonom dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), saat ini cenderung menunjukkan pergeseran pergerakan, dari yang dulunya bergerak dalam lingkup tradisi NU saja, tetapi pada saat ini lebih menunjukkan pergerakan yang lebih luas. Namun, adanya pergeseran pergerakan ini memunculkan sebuah perdebatan dan tarik ulur didalam internal Ansor, antara golongan yang masih mempertahankan tradisi dan golongan yang lebih progresif. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya pertarungan (kontestasi) kekuasaan antar individu didalamnya. Beberapa kasus yang menggambarkan pergeseran pergerakan pada GP Ansor di Jombang antara lain, GP Ansor Jombang menyelenggarakan konser Slank, mengadakan Jambore Vespa, Konvoi pengamanan Tahun Baru Masehi, Penjagaan Gereja dan ikut serta memberikan pengawalan terhadap pasangan Pilkada Jombang 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik sosial keagamaan yang dilakukan GP Ansor merupakan hasil dari kontestasi kekuasaan dalam internal Ansor yang muncul akibat dari adanya pergeseran tindakan yang dilakukan. Praktik sosial yang dilakukan ini merupakan sebuah strategi untuk menjaga eksistensi organisasi di era reformasi dan kebebasan ditengah aktifnya kembali berbagai ormas Islam yang lain. Strategi eksistensi organisasi ini dilakukan dengan upaya membangun berbagai modal baik modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik yang terejawantahkan dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang dilakukan.Kata Kunci : Praktik sosial keagamaan, habitus, kontestasi, GP Ansor, modal

Copyrights © 2014