SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 10, No 2 (2013): Juni 2013

PRODUKTIVITAS LAYANAN POS PAY DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD DI PT. POS CABANG PEKANBARU

Idria Maita (Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)
Indra Robianto (Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
29 Oct 2014

Abstract

Tingginya tingkat persaingan didunia bisnis mengakibatkan pihak perusahaan harus lebih meningkatkan Produktifitas perusahaan. Terjadinya kekosongan, adanya perbedaan pelayanan dan panjangnya antrian pada layanan Pos Pay membuat perlunya dilakukan suatu pengukuran terhadap Produktifitas perusahaan. Pengukuran Produktifitas pada penelitian ini dinilai menggunakan metode pengukuran Balanced scorecard dengan metodologi penelitian; observasi,wawancara dan kuesioner. Pengukuran ini dilakukan untuk menilai Produktifitas perusahaan berdasarkan perspektif pelanggan serta untuk memberikan rekomendasi pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas layanan Pos Pay kantor pos indonesia cabang pekanbaru dinilai Cukup Baik. Hal ini ditunjukkan dari indikasi perspektif pelanggan yaitu: pada variabel retensi pelanggan mengalami peningkatan dengan indikasi nilai Baik dan akusisi pelanggan yang mengalami peningkatan dengan indikasi nilai buruk serta indikator lingkungan organisasi pada presepsi kepuasan pelanggan mengalami tingkat validitas paling rendah. Agar tercapainya Visi dan Strategi maka perusahaan harus memperbaiki variabel Akusisi pelanggan dan indikator lingkungan organisasi yang dinilai masih kurang baik terhadap Produktifitas perusahaan.     

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...