SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 11, No 2 (2014): Juni 2014

DIAGNOSA GANGGUAN GIZI MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Fitri Wulandari (Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau)
Ihsan Yuliandri (Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUSKA Riau)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2015

Abstract

Pemenuhan gizi yang seimbang merupakan kebutuhan fisik setiap orang dan jika tidak terpenuhi maka akan berpengaruh terhadap produktivitas seseorang. Gangguan pada keseimbangan gizi dapat mengakibatkan kinerja seseorang dalam beraktifitas tidak optimal dan bahkan dapat menimbulkan penyakit yang akan mengganggu rutinitas sehari-hari. Minimnya pengetahuan dan kepedulian terhadap keseimbangan gizi pada tubuh merupakan penyebab munculnya gangguan ini. Dalam penelitian ini dikembangkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit akibat gangguan gizi dengan menggunakan metode Certainty Factor beserta rekomendasi gizinya. Sistem ini akan mengelompokkan pengguna berdasarkan kategori Indeks Masa Tubuh (IMT), yakni kategori kurus, normal dan gemuk. Pengelompokkan ini dikarenakan tiap kategori IMT memiliki kemungkinan penyakit yang diderita berbeda. Sistem ini bekerja dengan melakukan diagnosa berdasarkan gejala - gejala penyakit yang dirasakan oleh pengguna, lalu melakukan perhitungan berdasarkan nilai Certainty Factor dari masing - masing gejala yang ada. Berdasarkan hasil pengujian dengan perbandingan antara hasil diagnosa sistem dan ahli gizi, diketahui bahwa 90% dari hasil diagnosa mendapatkan hasil yang sama sehingga system ini dapat dikatakan layak untuk digunakan.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...