SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 11, No 2 (2014): Juni 2014

APLIKASI MODEL KNOWLEDGE MANAGEMENT METRIK DALAM MENGUKUR PERANAN ICT DI PERGURUAN TINGGI NEGERI (STUDI KASUS : UIN SUSKA RIAU)

Okfalisa Okfalisa (Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau)
Yessi Aknovia (Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2015

Abstract

Peranan Information Communcation and Technology (ICT) dalam peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan dan pemanfaatan sumber daya manajemen menjadi salah satu kunci keberhasilan di Perguruan Tinggi. Model Knowledge Management (KM) Metrik dengan ke 33 indikator mencoba mengukur kesuksesan pelaksanaan strategi berdasarkan kemampuan problem solving dari perangkat menejemen organisasi baik dari menejemen tingkat atas maupun menengah. Peranan ICT juga didiskusikan dalam model ini. Guna melihat sejauh mana peranan ICT diterapkan dalam pengukuran kesuksesan strategi, maka sebuah studi kasus dilakukan dan dipelajari di UIN Suska Riau. Berdasarkan hasil analisis terhadap 36 pertanyaan dari kuisioner yang disebarkan kepada menejemen di UIN Suska diperoleh hasil bahwa peranan ICT terhadap keberhasilan organisasi tersebut adalah sebesar 43.7%. Bila dibandingkan dengan standarisasi KM Metrik Model hasil tersebut berada pada tingkatan Menengah (Cukup baik). Artinya masih diperlukan berbagai perbaikkan dan peningkatan pengelolaan menejemen administrasi di UIN Suska guna mencapai visi dan misinya untuk menjadi The World Class University.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...