SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 12, No 2 (2015): Juni 2015

ANALISIS PERBAIKAN FAKTOR DAYA MOTOR INDUKSI TIGA PHASA DI LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Elvira Zondra (Universitas Lancang Kuning)
Arlenny Arlenny (Universitas Lancang Kuning)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2015

Abstract

Pada umumnya motor yang digunakan untuk keperluan industri adalah motor-motor kecil yang memiliki efisiensinya tidak tinggi. Dengan efisiensi yang tidak tinggi menyebabkan kerugian pada rangkaian magnetisasi pada saat berbeban rendah. Untuk mengatasi rendahnya faktor daya, biasanya yang dilakukan adalah memasang kapasitor parallel dengan beban. Pemasangan kapasitor yang terlalu kecil tidak akan memberikan pengaruh yang berarti, sedangkan kapasitor yang terlalu besar akan berdampak naiknya tegangan kerja motor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbaikan faktor daya motor induksi 3 phasa di Laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning. Dari hasil ini diharapkan akan diperoleh nilai yang sesuai dari kapasitor yang digunakan untuk perbaikan faktor daya motor induksi tersebut serta penurunan nilai daya semu yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian di laboratorium Teknik Elektro Fakultas Teknik dengan menggunakan motor induksi tiga fasa 7,5 kW, 10 HP, 1450 rpm, 380 V, 16,2 A. Penggunaan kapasitor 15 μF untuk perbaikan faktor daya pada motor induksi tiga phasa 10 HP pada laboratorium Teknik Elektro lebih baik dibanding yang lain. Hal ini karena perbaikan faktor daya meningkat secara stabil sebanding dengan penambahan beban, daya semu menurun dengan persentase terbesar (37,25%) dibanding penggunaan kapasitor 20 μF dan 30 μF.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...