SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 12, No 1 (2014): Desember 2014

PERANCANGAN ULANG ALAT PEMERAS MADU (Studi Kasus: Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Riau)

Neng Sri Novi Fitri Yani (Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau)
Hernowo Hernowo (Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2015

Abstract

Kenyamanan petani lebah dalam proses pemerasan merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan untuk menanggulangi keluhan rasa sakit yang dialami petani lebah, terutama pada  bagian leher, kaki,  punggung  dan  kedua  tangan  mereka.  Dimana masyarakat  tapung  kabupaten  kampar  riau  belum mengunakan  alat  pemeras  madu  yang  di  pasarkan  yaitu  ekstraktor  lebah.  Alat ekstraktor  merupakan  alat bantu pemerasan madu yang berbentuk silinder dengan bingkai penampung sarang yang beputar dengan gaya sentrifugal. Peneliti mencoba untuk merancang ulang alat pemeras madu berdasarkan data antropometri yang sesuai kebutuhan petani lebah serta memberikan kuesioner Standardised Nordic Questionnaires (SNQ). Hasil perancangan ulang alat pemeras madu berdasarkan data  antropometri adalah  seperangkat  alat pemeras madu yang terdiri dari meja, kursi, motor listrik, saringan dan mata pisau bergerigi dan lain - lain. Semua komponen alat  pemeras  madu  dirancang  satu  set,  sehingga  proses  pemerasan  dalam  penggunaannya  lebih  mudah digunakan.  Dilihat dari  segi  ukuran  alat  pemeras  madu  dengan  tinggi  kursi  dari  lantai  88cm,  tinggi  alas duduk dari lantai = 43cm ,tinggi sandaran kursi=56 cm, lebar alas kursi= 50 cm,  Lebar sandaran kursi= 50 cm, panjang alas kursi= 45cm, jarak alat pemeras madu=71 cm, lebar alat bantu penekan=13cm, Jarak kursi dengan tiang alat rancangan= 27cm dan tinggi meja alat pemeras madu= 70 cm.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...