SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 9, No 2 (2012): Juni 2012

Briket Pelepah Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Alternatif yang Bernilai Ekonomis dan Ramah Lingkungan

Petir Papilo (Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
27 Nov 2014

Abstract

Krisis energi merupakan isu yang sedang hangat dibicarakan dewasa ini, terlebih lagi dengan semakin menipisnya cadangan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan bakar yang memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat indonesia, karena sebagian besar masyarakat masih bergantung pada bahan bakar fosil. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dicari sumber energi alternatif yang dapat mengganti peran bahan bakar minyak. Salah satu energi alternatif yang terus dikembangkan adalah biobriket yang  terbuat dari limbah perkebunan atau limbah industri. Salah satu limbah perkebunan yang belum dimanfaatkan adalah pelepah kelapa sawit. Dengan ketersediaannya yang melimpah dan dengan menggunakan teknologi yang sederhana diharapkan pengembangan briket dari pelepah kelapa sawit dapat menjadi salah satu energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.                Penelitian ini dilakukan dengan membedakan perlakuan pada tiga spesimen percobaan, yakni K1, K2 dan K3. Kemudian akan dilakukan uji kualitas terhadap ketiga spesimen dengan melakukan Uji Kadar Kalor, Uji Kadar Air, dan Uji Kadar Abu. Tahap selanjutnya dalam penelitian ini adalah menghitung biaya serta harga jual briket dari pelepah kelapa sawit dengan menggunakan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dengan menggunakan metode full costing. Kemudian dilakukan perbandingan nilai ekonomi briket pelepah kelapa sawit dengan minyak tanah dan gas LPG.                Adapun hasil penelitian adalah kadar kalor tertinggi  pada spesimen K1 yakni 3.477,67 kKal. Sedangkan untuk pengujian kadar air spesimen yang mampu mengeluarkan air terbaik adalah spesimen K3 dengan persentase air yang dapat menguap adalah 66,3 %. Kemampuan briket untuk terbakar dapat dilihat dari kadar abu terkecil yaitu pada spesimen K1 dengan kadar abu 4,20%. Adapun hasil perhitungan harga pokok produksi, untuk memproduksi briket dengan kapasitas 150 kg briket per hari  adalah Rp 830/Kg dengan harga jual yang dapat ditawarkan kepada konsumen sebesar Rp. 1300/Kg,-.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...