Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMB)
Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, GAYA KEPEMIMPINAN DAN JOB INSECURITY TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA NON GOVERNMENT ORGANIZATION YAPARI)

Maylinhart Aritonang (Unknown)
Anik Herminingsih (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jul 2020

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan job insecurity terhadap kinerja karyawan pada Non Government Organization YAPARI. Jenis penelitian kuantitatif, populasi seluruh karyawan YAPARI, teknik pengambilan sampel Non Probability Sampling dengan sampel jenuh. Data diolah menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial budaya organisasi dan job insecurity berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Hasil matrik korelasi antar dimensi bisa diketahui bahwa variabel budaya organisasi yang paling kuat hubungannya adalah orientasi orang terhadap kuantitas, disarankan kepada manajemen YAPARI lebih memperhatikan karyawan untuk diberikan reward atas pekerjaan maksimal yang telah dilakukan, dan dapat dipastikan tanpa orientasi karyawan itu sendiri mereka tidak akan kerja secara optimal. Kemudian hasil matrik korelasi antar dimensi variabel job insecurity yang paling kuat hubungannya adalah tingkat ancaman dari aspek pekerjaan terhadap kuantitas. Maka disarankan kepada manajemen YAPARI bisa memanfaatkan kondisi ini dengan membuat sosialisasi kepada karyawan untuk membuat suatu perubahan untuk YAPARI antara lain bersama-sama mencari funder baru dengan membangun raising team.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jimb

Publisher

Subject

Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

In order to make Indonesia the center of the worlds Islamic economy, tourism is one of the potential sektors to be developed. The Ministry of Tourism and Creative Economy visited Indonesia as many as 6 million visitors until 2024. Kota Tua area is one of the priority tours that will be made ...