Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam perekonomian Indonesia, antara lain sebagai penghasil devisa, sumber pendapatan petani, penghasil bahan baku industri, penciptaan lapangan kerja dan pengembangan wilayah. Mengingat bahwa kopi merupakan bahan perdagangan yang sangat penting dan menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia dalam perdagangan dunia, maka perlu dilakukan penelitian mengenai analisis daya saing. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dampak kebijakan pemerintah yang mempengaruhi output dan input yang digunakan pada pengolahan kopi arabika ekspor dan lokal di PTPN XII Kebun Kalisat-Jampit. Kebijakan pemerintah terhadap output maupun faktor produksi yang digunakan pada pengolahan kopi arabika ekspor memberikan keuntungan kepada PTPN XII Kebun Kalisat-Jampit. Hal ini ditandai dengan nilai NT (92.559.775), SRP (0,00186), NPCO (1,003), PC (1,0037), dan EPC (1,005). Sedangkan kebijakan pemerintah terhadap output maupun faktor produksi yang digunakan pada pengolahan kopi arabika pasar lokal mengurangi keuntungan produsen. Hal ini ditandai dengan nilai NT (-590.611.795), SRP (-0,231), NPCO (0,814), PC (0,687), dan EPC (0,814).
Copyrights © 2016