Latar Belakang. Pada anak usia prasekolah perkembangan motorik halus merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan demi tumbuh kembang pada tahap berikutnya. Melatih kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan memberikan berbagai stimulasi, salah satu stimulasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak adalah kegiatan meronce. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah (4-6tahun) di PAUD Rama- Rama dan PAUD Al-Ikhlas tahun 2018. Metode penelitian Menggunakan rancangan Quasi Experimental dengan pendekatan pretest and postset with control group dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang terbagi 2 kelompok. Kelompok intervensi 20 resonden dan kelompok kontrol 20 responden. Dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan alat ukur DDST (Denver Development Screening Test). Uji Statistik menggunakan Uji Wlcoxon Sign Rank Test dan Uji Mann-Whitney test. Hasil penelitian. Uji statistik Mann-Whitney test menunjukkan nilai p value adalah 0.02 dimana nilai signifikan p < 0.05 Kesimpulan. Bahwa terdapat perbedaan antara kelompok intervensi yang diberikan kegiatan meronce dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia pra sekolah (4-6 tahun) di PAUD Rama-Rama dan PAUD Al-Ikhlas tahun2018.
Copyrights © 2019