Data kependudukan sangat penting dalam pengambilan kebijakan publik. Namun, data yang dimiliki pemerintah belum terintegrasi, berbeda-beda, tumpang tindih, dan belum realtime. Hal ini menimbulkan beberapa kekacauan dalam penyaluran bantuan di masa pandemi covid-19 saat ini. Paper ini berfokus pada menganalisis penguatan peran perempuan sebagai agen data sipil pemerintah era pasca pandemi covid-19 melalui e-data dasawisma. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan data sekunder. Peneliti mengungkap bahwa e-data dasawisma mampu menyediakan data yang realtime dengan basis penguatan peran kader dasawisma. Kata Kunci: data, dasawisma, perempuan, pemberdayaan
Copyrights © 2020