Terabaikannya fakta-fakta dasar ilmiah yang sangat luas, denganmeremehkan hakikat sains, metodologi, dan lingkup validitasnya.Meskipun dalam realitas kehidupan, terdapat relasi yang kuatAllah/Tuhan, filsafat, dan sains modern. Hal ini terlihat dari adanyapengaplingan atau pengkotak-kotakan yang rigid dalam bidang ilmu,sehingga tidak saling menyapa. Pemisahan ini bertolak dari paradigmailmu yang dikembangkan Barat, yaitu knowledge for power, sementara padasisi lain, ilmu-ilmu agama berparadigma knowledge for living. Dari duaparadigma ini, kemudian melahirkan dua wajah peradaban yang berbeda.Paradigma pertama telah menjadikan ilmu sebagai tandingan Tuhan atauTuhan Baru yang memperlakukan objeknya dengan semena-mena,sedangkan paradigam kedua lebih menekankan ilmu sebagai media untukhidup lebih baik secara berdampingkan. Dari sisilah, tulis ini hendakmempertemukan antara sains dan agama dalam perjumpaan yang salingmenyapa dan mendialogkan antar keduanya, baik dalam wilayah ajaranmaupun kelembagaan. Pada lembaga PTAI/PTAIS mempertemukankedua kutub sains dan agama merupakan tuntutan peradaban modernterutama pada metodologi. Sehingga tragedi dan krisis kemanusiaan sertalingkungan hidup, dapat ditemukan solusinya melalui ilmu yang sejakawal diciptakan manusia untuk kemaslahatan dan memudahkankehidupan manusia.
Copyrights © 2017