Potensi ekonomi kreatif di Kota Semarang berkembang pesat dengan sektorunggulannya yaitu fashion, kriya dan kuliner serta memiliki jumlah pelaku ekonomikreatif nasional yang besar dengan angka 2,78% (BPS, 2016). Namun, fasilitas pusatkreatif terpadu dan representatif belum tersedia seperti layaknya di kota-kota besarlainnya di Indonesia.Fenomena maraknya pembangunan pusat kreatif (Creative Hub) sebagairuang alternatif serta iklim industri kreatif menimbulkan tuntutan ruang tersendiriuntuk menyelenggarakan berbagai aktivitas multisektor beragam skala yang dapatmenyesuaikan dengan dinamika pengguna dan semangat kreatifitas. Mewadahipengguna kreatif dan ragam aktivitas kreatif, pendekatan ruang fleksibel menjadikarakter desain yang dikembangkan agar bangunan memiliki daya guna ruang yangmaksimal dan memapu mewadahi spektrum kebutuhan berekspresi yang semakinluas.
Copyrights © 2020