Kekuasaan lahir dari pemusatan kekuatan Tuhan pada diri melalui ajaran yang diyakininya yang berimplikasi pada kesetiaan dan ketaatan pengikutnya. Kekuasaan dan kepemimpinan masa lalu mencakup 3 (tiga) hal yaitu (1) sistem pemerintahannya yang berfungsi sebagai alat komunikasi antara penguasa dan rakyatnya, (2) kriteria kepemimpinan, dan (3) sumber kepemimpinan itu sendiri. Dinamika kerajaan dan penguasanya mengalami pasang surut sesuai dengan kemampuan dan keteguhan dalam menjalankan ajaran kehidupannya. Bentuk pemerintahan kerajaan Sunda yang didasarkan pada Tritangtu di bumi sesungguhnya bersumber pada ajaran-ajaran kehidupan yang menjadi pedoman penguasanya. Sumber kehidupan itu tercatat pada naskah-naskah Sunda Kuna, seperti: Carita Parahiyangan, Siksa Kandang Karesian, Sewaka Darma, Amanat Galunggung. Naskah–naskah tersebut ditelusuri kandungannya dengan menggunakan metode konten analisis (content analysis)
Copyrights © 2019