Berdasarkan sumber prasasti, kota dalam arti fisik di Jawa sudah ada sejak zaman Mataram Kuno. Namun, tinggalan arkeologis berupa runtuhan kota baru zaman Majapahit yaitu kawasan situs Trowulan di Mojokerto. Kota berkembang pesat sejak zaman Islam. Kota-kota tersebut berkembang ada yang secara sepontan ada juga yang direncanakan. Pada masa Kesultanan Mataram, sistem pewilayahan dan tatakota dibangun mengikuti konsep dan simbol-simbol yang mengacu pada konsep pemerintahan dan kekuasaan. Tatakota pada masa Islam terpusat di alun-alun yang dikelilingi bangunan fasiltas pemerintahan, religi, dan ekonomi. Wilayah Garut merupakan bekas wilayah kekuasaan Mataram yang kemudian beralih ke tangan VOC, kolonial Belanda, kolonial Inggris, dan kolonial Belanda lagi. Makalah ini membahas bagaimana pola tatakota Garut dan kota-kota di sekitarnya dalam kaitannya dengan pemerintahan dan kekuasaan. Kota Garut dan kota-kota di sekitarnya secara fisik mengikuti pola tatakota Islam. Pada beberapa kota terdapat anomali. Kondisi kota-kota di kawasan Garut tetap mengikuti pola tatakota Islam namun dipengaruhi konsep-konsep Eropa dan faktor geomorfologis.
Copyrights © 2019