Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat
2019: PROSIDING SEMINAR ARKEOLOGI 2018

PEMERINTAHAN, KEKUASAAN, DAN TATAKOTA (PEMIKIRAN KAJIAN PADA KABUPATEN GARUT)

Nanang Saptono (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2019

Abstract

Berdasarkan sumber prasasti, kota dalam arti fisik di Jawa sudah ada sejak zaman Mataram Kuno. Namun, tinggalan arkeologis berupa runtuhan kota baru zaman Majapahit yaitu kawasan situs Trowulan di Mojokerto. Kota berkembang pesat sejak zaman Islam. Kota-kota tersebut berkembang ada yang secara sepontan ada juga yang direncanakan. Pada masa Kesultanan Mataram, sistem pewilayahan dan tatakota dibangun mengikuti konsep dan simbol-simbol yang mengacu pada konsep pemerintahan dan kekuasaan. Tatakota pada masa Islam terpusat di alun-alun yang dikelilingi bangunan fasiltas pemerintahan, religi, dan ekonomi. Wilayah Garut merupakan bekas wilayah kekuasaan Mataram yang kemudian beralih ke tangan VOC, kolonial Belanda, kolonial Inggris, dan kolonial Belanda lagi. Makalah ini membahas bagaimana pola tatakota Garut dan kota-kota di sekitarnya dalam kaitannya dengan pemerintahan dan kekuasaan. Kota Garut dan kota-kota di sekitarnya secara fisik mengikuti pola tatakota Islam. Pada beberapa kota terdapat anomali. Kondisi kota-kota di kawasan Garut tetap mengikuti pola tatakota Islam namun dipengaruhi konsep-konsep Eropa dan faktor geomorfologis.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

seminar

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences

Description

Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat meruapakan terbitan ilmiah yang berisi kumpulan makalah yang dipresentasikan dalam seminar nasional arkeologi yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Balai Arkeologi Jawa Barat yang dalam proses penerbitannya telah melalui tahapan penelaahan oleh ...