Artikel ini ditujukan sebagai upaya untuk memahami kisah penyembelihan Nabi Ismā‘īl dalam perspektif tafsīr tarbawī. Fokus kajian ditujukan pada analisis instrumen Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang ada dalam pertanyaan Nabi Ibrāhīm kepada Nabi Ismā‘īl. Dengan menggunakan langkah metodologis kajian tafsīr tarbawī yang ditawarkan Mahyudin, penulis dapat menentukan instrumen soal HOTS yang terdapat dalam kisah ini melalui beberapa indikator yaitu: 1) adanya stimulus berupa cerita Nabi Ibrāhīm tentang mimpinya menyembelih Nabi Ismā‘īl, 2) pertanyaan dengan ṣigat “فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ” yang menunjukkan adanya aktifitas nalar dalam merespon stimulus, dan 3) adanya gabungan antara berbagai konsep untuk menjawab soal tersebut sekaligus menjadi problem solving bagi kondisi dilematis yang dialami Nabi Ismā‘īl. Adapun pesan moral yang dapat ditarik dari kisah ini adalah perlunya kesantunan dalam berdakwah, perlunya kesabaran dalam menghadapi setiap ujian, dan juga tawaḍḍu’ sebagai hasil nyata dari pendidikan karakter yang ditanamkan.
Copyrights © 2019